Pages

Tampilkan postingan dengan label Bedah Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bedah Buku. Tampilkan semua postingan

“…Kami tak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik pada Allah…” *dalam dekapan ukhuwah*



www.rumahbukuiqro.com
Ini kisah tentang seorang ayah dan anak. Sang ayah bekas budak. Selaman menjadi budak, libur Jumat sebagaimana ditetapkan kesultanan dimanfaatkan untuk habis-habisan bekerja. Dengan dirham demi dirham yang terkumpul, satu hari dia minta izin untuk menebus dirinya pada sang majikan. “Tuan”, ujarnya, “Apakah dengan membayar harga senilai dengan berapa engkau membeliku dulu, aku akan bebas?”. “Ya. Bisa” ujar sang majikan. “Baik, ini dia.” katanya sambil meletakkan bungkusan uang itu di hadapan tuannya. “Allah ‘Azza wa Jalla telah membeliku dari Anda, lalu Dia membebaskanku. Alhamdulillah. “Maka engkau bebas karena Allah”, ujar sang tuan tertakjub. Dia bangkit dari duduknya dan memeluk sang budak. Dia hanya mengambil separuh harga yang tadi disebutkan. Separuh lagi diserahkannya kembali. “Gunakanlah ini,” katanya berpesan, “Untuk memulai kehidupan barumu sebagai orang yang mereka. Aku berbahagia menjadi sebagian Tangan Allah yang membebaskanmu!” Penuh syukur dan haru, tapi aku disergap khawatir, dia pamit. “Aku tidak tahu wahai Tuanku yang baik,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, “Apakah kebebasan ini rahmat ataukah musibah. Aku hanya berbaik sangka kepada Allah.”

Kasihanilah Para Pecinta

 
Sumber Gambar: http://marketingmuslim.blogspot.com/2010_02_01_archive.html
Sepasang aktivis itu datang menemui saya dengan mata berbinar. Binar cinta yang bersemi di mushalla kampus dan dibangku kuliah dan di arak-arakan jalanan demonstrasi untuk reformasi. Ditengah badai politik itu cinta mereka bersemi.

Pelajaran Cinta

 
sumber gambar: http://www.ebsfm.com/artikel.php?rubikID=3&artID=193

Memang tidak mudah. Sebab tidak karena kamu mencintai, lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona kematanganmu melalui itu, maka cintamu berbalas. Fakta itu mungkin pahit. Tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan suara cinta.

Indahnya Cinta Jiwa

sumber gambar: http://cendanapuriku.blogspot.com/2011/02/sekuntum-cinta-pengantin-syurga-by-abu.html

Tidak ada yang lebih indah dalam sejarah perasaan manusia seperti saat-saat ketika ia sedang jatuh cinta. Bukan karena dunia disekeliling kita berubah pada kenyataannya. Tapi saat-saat jatuh cintalah yang seketika mengubah persepsi kita tentang dunia disekeliling kita. Tidak selalu karena wanita yang kita cintai itu memang cantik pada kenyataannya. Tapi cinta kita padanya yang membuat cantik di mata kita.